Senin, 14 Mei 2012

Advertise Here 430x323

0 komentar
Anda bisa pasang Advertise pada website ini dengan kapasitas 430x323 MP pada tampilan slide. Untuk detail/keterangan produk/usaha silahkan anda kirimkan via email kami, selanjutnya bisa kami berikan link ke post advertise tersebut untuk bisa dilihat detail/keterang produk/usaha anda.

Read more...

Kamis, 10 Mei 2012

Mustika Ratu Shampo Sachet/Renceng

0 komentar

Shampoo : Daun Waru
Merawat Rambut Kering & Rapuh
Volume : 5 Ml

Kegunaan:
Mengandung Ekstrak Waru (Hibiscus Mutabilis) dan Phantenol untuk merawat rambut kering, rapuh dan pecah-pecah sehingga rambut tetap sehat dan indah terawat.

Cara Pakai:
Basahi rambut, kemudian usapkan shampoo secukupnya, lakukan pemijatan ringan untuk mendapatkan busa yang melimpah serta debu/kotoran yang melekat pada rambut dapat terangkat. Bilas dengan air bersih.



Kemasan :
Sachet ukuran 5 x 7
1 Renceng: @12 pcs
1 Plastick Shrink : 5 renceng sachet (60 pcs)
Inner Box : Multiguna IX isi 8 plastik x @ 5 renceng 
HET : Rp. 500,- / Sachet


Nama Produk : Shampo Daun Merang
Menghilangkan Ketombe
Volume : 5 Ml

Kegunaan:
Mengandung air rebusan Merang, Ekstrak Jeruk Nipis dan Climbazole untuk membantu menghilangkan ketombe dan gatal-gatal karena ketombe.

Cara Pakai:
Basahi rambut, kemudian usapkan shampoo secukupnya, lakukan pemijatan ringan untuk mendapatkan busa yang melimpah serta debu/kotoran yang melekat pada rambut dapat terangkat. Bilas dengan air bersih.




Kemasan :
Sachet ukuran 5 x 7 ("Sachet Pendek")
1 Renceng: @12 pcs
1 Plastick Shrink : 5 renceng sachet (60 pcs)
Inner Box : Multiguna IX isi 8 plastik x @ 5 renceng
HET : Rp. 500,- / Sachet


Nama Produk : Shampo Daun Bayam
Merawat Rambut Tidak Mudah Rontok
Volume : 5 Ml

Kegunaan:
Mengandung air Sari Daun Bayam (Spinacia Oleracea) dan Trichogen Liposomes untuk membantu mengurangi kerontokan rambut dan membantu merawat kekuatan akar rambut, sehingga rambut tetap sehat dan tidak mudah rontok.

Cara Pakai:
Basahi rambut, kemudian usapkan shampoo secukupnya, lakukan pemijatan ringan untuk mendapatkan busa yang melimpah serta debu/kotoran yang melekat pada rambut dapat terangkat. Bilas dengan air bersih.

Kemasan :
Sachet ukuran 5 x 7 ("Sachet Pendek")
1 Renceng: @12 pcs
1 Plastick Shrink : 5 renceng sachet (60 pcs)
Inner Box : Multiguna IX isi 8 plastik x @ 5 renceng
HET : Rp. 500,- / Sachet
Read more...

Lufas Gallery, by Nazwa Grosir

0 komentar
Posting commercial / advertising by MD Bisnisindo

Lufas adalah sebuah merk dari produk unggulan berupa aneka sepatu, sandal pria atau wanita, jaket, dompet, tas dan lain-lain, dengan bahan dasar dari kulit. Yang diproduksi di Malang dan dirintis pertama kali oleh AREMA (Arek Malang) asli yaitu Bapak Saiful Ghozi.


Sedikit tentang Kenapa bermerk LUFAS...?

Sesuai dengan nama perintisnya, SAIFUL. Kota Malang terkenal dengan bahasa walikannya (bahasa terbalik). SAIFUL > LUIFAS > LUFAS. dengan menghilangkan satu huruf saja  (huruf "i") maka jadilah LUFAS sebagai sebuah merk produk yang cukup terkenal itu.

Bermacam-macam produk telah dihasilkan oleh tenaga profesional dari Lufas Gallery.

Lufas Gallery juga telah melakukan pengiriman ke berbagai daerah di seluruh Indonesia Sejak berdiri tahun 1996. Lufas terus eksis mengembangkan produk-produk unggulan agar selalu up to date dan berkenan di hati masyarakat. Desain produk dengan sentuhan khas selalu disajikan untuk konsumen Lufas.
Lufas juga terus berpacu meningkatkan kualitas produk untuk memuaskan pengguna kerajinan kulit produksinya. Untuk informasi dan pemesanan, via online shop hubungi Nazwa Grosir sebagai salah satu distributor dari produk Lufas. dengan alamat lengkap di bawah ini :

Nazwa Grosir ™
Jl.Selat Sunda II - D3/22 Sawojajar - Malang
Telp / fax : 0341- 2383623
HP : 0812.357.959.82
Sms Hotline : 0857.5529.8892
PIN BB : 21B3F7BC
Online Shop :  http://www.nazwa-grosir.com/

Read more...

Rabu, 09 Mei 2012

Boss Tidak Pernah Salah

0 komentar
Sangat manusiawi sekali orang berbuat salah. Tak ada orang yang dalam hidupnya lurus saja, melakukan hal yang benar. Dengan salah orang dapat belajar dan diharapkan melakukan hal yang benar kelak di kemudian hari. Tentunya ketika seseorang melakukan kesalahan harus berani menanggung hukuman yang dijatuhkan. Bentuknya bisa beragam dari hukuman fisik, psikis hingga administrasi.
Karyawan yang membuat salah tentunya akan dihukum sesuai dengan aturan yang ada di dalam sebuah perusahaan. Sebelum mendapatkan hukuman dari perusahaan, tak pelak atasannya akan ‘menguliahinya’ habis-habisan. Disemprot dengan kata-kata yang ‘mendidik’ sampai kata-kata yang mendidik. Kemudian setelah itu akan diberi ‘penghargaan’ berupa surat peringatan yang tercatat di bagian personil dengan kondisi buruk berdasarkan level tertentu. Sedangkan si karyawan hanya dapat membela diri dengan kata-kata, ‘maaf, saya salah’. Lantas ketika si karyawan menggerutu atau pasrah saja menerima hukuman merupakan urusan lain.
Ketika atasan si karyawan itu berbuat salah tentunya ia akan menerima akibat yang sama karena masih memiliki atasan lagi. Demikian juga ketika si atasan dari atasan si karyawan itu berbuat salah akan dihukum pula oleh atasan si atasan itu. Tapi ketika sampai pada pucuk pimpinan perusahaan itu, taruhlah si pemilik usaha atau si Boss, apakah ia dapat meminta maaf atas kesalahannya? Itu pasti! Sebagai pemimpin yang baik tentunya ia memberikan contoh pada bawahan-bawahannya dengan meminta maaf jika merasa bersalah. Dengan bahasa yang santun penuh wibawa, pemimpin besar itu akan meminta maaf dan mengakui semua kesalahannya.
Hukuman yang dijatuhkan? Tidak ada! Ingat guyonan ini: ‘nomor satu BOSS selalu benar, nomor dua BOSS tidak pernah salah, nomor tiga lihat nomor satu dan dua’. Kita juga tak pernah mengenal hukuman yang pantas bagi si Boss. Sebagian mengatakan kalau boss itu beda kastanya jadi kebal terhadap hukuman. Adapula sebagian yang mengatakan siapapun orangnya, apapun jabatannya harus dihukum bila bersalah.
Mengaku bersalah membutuhkan hati dan jiwa yang besar. Berkata ‘ya, saya salah!’ harus diakui sulit dan berat untuk mengucapkannya. Ditambah lagi dengan sikap konsekuen untuk menjalankan hukuman. Ini jelas membutuhkan jiwa dan hati yang jauh lebih besar, kemauan dan keikhlasan menerima dan menjalankannya.
Kedudukan dan jabatan yang membuat seseorang enggan –bila tidak bisa dikatakan ‘terpaksa’, tidak hanya menjalankan hukuman, namun juga meminta maaf. Gengsi karena berada dalam tingkatan tertentu, membuat jiwa dan hatinya tidak mau menerima anggapan salah dan menjalankan hukuman. Ego sebagai manusia lebih dikedepankan, mereka yang dalam tingkatan ini merasa dipermalukan atau direndahkan bila menjalankan konsekuensi hukuman itu. Kalau toh dipaksa untuk menerima hukuman, mereka akan mewanti-wanti dilakukan dengan diam-diam tanpa ada orang yang tahu. Dalam tingkatan tertentu itu, ada semacam aturan yang saling dimengerti, yang masih memberikan ‘muka’ pada si atasan itu di depan para bawahannya.
Kalau para bawahannya mengetahui atasannya terkena hukuman, bisa jadi ada yang senang bahwa atasannya ternyata memiliki jiwa dan hati yang besar untuk mengakui kesalahannya. Namun tak sedikit pula yang mencibir dengan menudingkan telunjuknya bahwa mereka memang pantas mendapatkannya. Sayangnya hukuman seperti itu sedikit yang diketahui oleh para bawahannya. Akibatnya proses edukasi tidak berjalan dengan baik. Para karyawan masih beranggapan bahwa atasannya tidak pernah menerima hukuman atas kesalahan yang diperbuatnya. Atasan kebal hukuman, bawahan selalu terinjak-injak.
Bila ingin menjadi pemimpin yang baik dengan totalitas dukungan bawahan, maka jadilah pemimpin mereka dalam artian sebenarnya. Kesepakatan yang merupakan hasil urun rembuk dijalankan dengan konsekuensi yang tinggi dan tak terkecuali. Semua menerima reward dan punishment sebagai pengukuhan sebuah tim yang solid.

Read more...

Share this page

My blog list

Entri Populer

 
MD Bisnisindo, Copyright © 2012 . Supported by Djerugangsiji and bymakinov.blogspot